Yuk Pahami Makna “Insya Allah” yang Sebenarnya Biar Kamu Nggak Salah Kaprah

Dunia Dalam Berita |
Sebagai orang yang memeluk agama islam tentu kita tidak absurd dengan perkataan “insya allah” yang sering kita lontarkan.



Seringnya sih kalimat satu ini kita katakan dikala kita tidak ingin menepati suatu kesepakatan dengan seseorang. Sekilas terlihat biasa saja , alasannya memang sudah biasa kita dengar. Bahkan sebagian besar dari kita pribadi paham dikala sahabat kita mengatakan “insya allah” maka sama saja artinya dengan jangan berharap sama gue.
Bisa juga dikala kita janjian dan sahabat kita bilang “insya allah” maka artinya gua nggak bakal datang. Memang unik sekali pemahaman teman-teman kita yang ada di sekitar kita dalam memaknai suatu kalimat hingga melenceng jauh dari makna sebenarnya.

Seperti yang kita ketahui bahwa kalimat “Insya Allah” berasal dari bahasa Arab yang mana memiliki arti jikalau Tuhan atau Tuhan menghendaki. Artinya di sini kita berusaha semaksimal mungkin sisanya Tuhan yang menentukan. Sama halnya dengan dikala kita membuat kesepakatan atau diundang sahabat kita dalam suatu program dan kita mengatakan “Insya Allah” maka kita berusaha semaksimal mungkin untuk menepati kesepakatan yang kita buat atau berusaha semaksimal mungkin untuk datang memenuhi undangan sahabat kita itu.

Kita juga harus memahami bahwa “Insya Allah” merupakan kesepakatan tertinggi umat muslim , yang mana kita dituntut berusaha semaksimal mungkin dan Tuhan yang menentukan. Bukan malah sebaliknya , menimbulkan kata “Insya Allah” sebagai dalih untuk mengingkari atau melanggar jajni yang sudah kita buat.
Nah buat kita yang sering bandel dengan memakai kata “Insya Allah” sebagai dalih untuk ingkar kesepakatan atau malas memenuhi undangan sahabat segera berubah yuk. Jika dirasa kita nggak mampu sempurna kesepakatan atau memang malas memenuhi undangan sahabat , lebih baik jujur daripada berdalih dengan kata “Insya Allah.”

Semakin lama sering kita memakai kata “Insya Allah” sebagai dalih dan alasan untuk hal-hal yang nggak baik maka semakin berkurang makna yang sebenarnya. Nggak hanya itu aja , kasihan juga teman-teman kita yang sudah komitmen dengan memakai kata “Insya Allah” sesuai tempatnya. Nggak lucu juga dong alasannya nila setitik rusak susu sebelanga.