Serem! Inilah Tempat Duduknya Setan

Dunia Dalam Berita |
Diantaranya , Dari Abu Hurairah Radhiyaahu ‘anhu , Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda ,



إِذَا كَانَ أَحَدُكُمْ فِي الشَّمْسِ فَقَلَصَ عَنْهُ الظِّلُّ، فَصَارَ بَعْضُهُ فِي الشَّمْسِ وَبَعْضُهُ فِي الظِّلِّ فَلْيَقُمْ Jika kalian berada di daerah yang panas , lalu tiba-tiba bayangan bangunan menutupi kita sebagian sehingga terkena teduh , maka hendaknya dia pindah. (HR. Abu Daud 4823 dan dishahihkan al-Albani)
Dalam riwayat lain , dari Abu Iyadh , dari salah seorang teman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam , beliau mengatakan , أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ نَهَى أَنْ يُجْلَسَ بَيْنَ الضِّحِّ وَ الظِّلِّ وَ قَالَ مَجْلِسُ الشَّيْطَانِ “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang duduk di antara daerah yang terkena panas dan daerah yang terkena naungannya. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda , ‘Itu ialah daerah duduknya setan.’ ” (HR. Ahmad 15421 dan dishahihan Syuaib al-Arnauth) Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi alasan larangan di atas sebab daerah tersebut ialah tempatnya setan , sementara kita dilarang menyerupai setan.
Ibnu Manshur pernah bertanya kepada Imam Ahmad , “Benarkah duduk di daerah yang terkena teduh dan panas itu makruh?” Jawab Imam Ahmad , هذا مكروه، أليس قد نهي عن ذا؟ Itu makruh. Bukankah sudah ada larangan wacana ini? Karena itu , bagi mereka yang duduk di daerah yang terkena teduh dan panas , atau mereka yang duduk di daerah yang semua kena panas , biar dia berpindah ke daerah yang semuanya terkena teduh. عَنْ قَيْسِ بْنِ أَبِي حَازِمٍ عَنْ أَبِيْهِ قَالَ: رَآنِي النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ وَ أَنَا قَاعِدٌ فِي الشَّمْسِ، فَقَالَ: تَحَوَّلْ إِلَى الظِّلِّ Dari Qais bin Abi Hazim dari ayahnya , beliau bercerita , “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melihat saya duduk di bawah terik matahari , lalu beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda , ‘Pindahlah ke daerah teduh!’ ” (HR. al-Hakim: 4/271 , dan dinilai shahih oleh al-Albani dalam Silsilah Shahihah: 833) Dampak Buruk dari Sisi Kesehatan Jika ditinjau dari segi medis , duduk di daerah mirip ini cukup membahayakan kesehatan. Al-Munawi dalam Faidhul Qadir mengatakan , لأن الجلوس بين الظل والشمس مضر بالبدن إذ الإنسان إذا قعد ذلك المقعد فسد مزاجه لاختلاف حال البدن من المؤثرين المتضادين Bahwa duduk di daerah yang sebagian terkena teduh sementara sebagian yang lain terkena sinar matahari , membahayakan bagi badan. Karena saat orang duduk di daerah semacam ini , cairan tubuhnya rusak , sebab ada 2 pengaruh yang bertolak belakang yang mengenai badan. (Faidhul Qadir , 6/351) Demikian , Allahu a’lam.