Mau Anak-anak Giat Berpuasa ? Begini Loh Mom Solusinya . . .

Dunia Dalam Berita |
Bulan puasa kemarin mampu menjadi ajang pembelajaran bagi anak-anak untuk berlatih puasa , namun tidak sedikit juga orangtua yang kesusahan dalam mengajarkan anak-anak mereka. Bagaimana caranya membiasakan mereka berpuasa di ketika mereka belum mengerti?



Dalam sebuah situs tanya jawab di IslamQA yang dikelola Syaikh Muhammad Shalih al-Mujajid , Syaikh menjelaskan bahwa , anak-anak berumur 9 tahun bukan termasuk mukallaf (terkenan beban kewajiban) menurut syara untuk berpuasa karena belum balig.
Akan tetapi Tuhan Ta’ala membebani kedua orang tua untuk mendidik anak-anaknya dalam beribadah. Maka Tuhan Ta’ala memerintahkan mereka untuk mengajarkan shalat kepada mereka ketika berumur 7 tahun dan diperintahkan memukulnya (pukulan sewajarnya , bukan menyiksa -red) ketika berumur 10 tahun. Sebagaimana para shahabat yang mulia radhiallahu anhum mengajarkan puasa kepada anak-anaknya sewaktu kecil untuk membiasakan dalam ketaatan yang agung ini. Semua itu memperlihatkan perhatian yang besar terhadap keturunan biar tumbuh sebaik mungkin pada sifat dan prilakunya.

Dalam duduk perkara shalat , Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam bersabda:

مُرُوا أَوْلادَكُمْ بِالصَّلاةِ وَهُمْ أَبْنَاءُ سَبْعِ سِنِينَ ، وَاضْرِبُوهُمْ عَلَيْهَا وَهُمْ أَبْنَاءُ عَشْرٍ ، وَفَرِّقُوا بَيْنَهُمْ فِي الْمَضَاجِعِ (رواه أبو داود، رقم 495، وصححه الألباني في صحيح أبي داود)

“Perintahkan anak-anak kalian untuk (melakukan) shalat ketika mereka berumur tujuh tahun , dan pukullah mereka (ketika meninggalkan shalat) ketika berumur sepuluh tahun. Dan pisahkan ranjang diantara mereka.” (HR. Abu Daud , 495 dishahihkan oleh Al-Albany dalam shahih Abu Daud)
Dalam puasa , dari Rabi binti Mu’awwid radhiallahu anha , dia berkata:

أَرْسَلَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم غَدَاةَ عَاشُورَاءَ إِلَى قُرَى الأَنْصَارِ الَّتِى حَوْلَ الْمَدِينَةِ : مَنْ كَانَ أَصْبَحَ صَائِمًا فَلْيُتِمَّ صَوْمَهُ ، وَمَنْ كَانَ أَصْبَحَ مُفْطِرًا فَلْيُتِمَّ بَقِيَّةَ يَوْمِهِ) ، فَكُنَّا بَعْدَ ذَلِكَ نَصُومُهُ ، وَنُصَوِّمُ صِبْيَانَنَا الصِّغَارَ مِنْهُمْ إِنْ شَاءَ اللَّهُ ، وَنَذْهَبُ إِلَى الْمَسْجِدِ ، فَنَجْعَلُ لَهُمُ اللُّعْبَةَ مِنَ الْعِهْنِ ، فَإِذَا بَكَى أَحَدُهُمْ عَلَى الطَّعَامِ أَعْطَيْنَاهَا إِيَّاهُ عِنْدَ الإِفْطَارِ (رواه البخاري، رقم 1960 ومسلم، رقم 1136)

“Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam mengirim utusannya pada siang hari asyuro (10 Muharam) ke desa-desa kaum Anshar di sekitar Madinah untuk mengumumkan , ‘Barangsiapa telah berpuasa semenjak pagi hari , hendaklah dia menyempurnakan puasanya. Barangsiapa yang pagi harinya berbuka , maka hendaknya puasa pada sisa harinya.’ Maka setelah itu kita berpuasa , dan kami membiasakan anak-anak kecil kami untuk berpuasa insyaallah. Kami pergi ke masjid , lalu kami buatkan untuk mereka (anak-anak) mainan dari kapas yang berwarna. Kalau salah satu diantara mereka menangis karena (kelaparan). Kami berikan kepadanya (mainan tersebut) hingga berbuka puasa.” HR. Bukhori , 1960 dan Muslim , 1136.

Umar radhiallahu’anhu berkata kepada orang yang mabuk-mabukan di bulan bulan pahala , “Celakalah anda!! padahal anak-anak kami berpuasa!? Kemudian dia memukulnya (sebagai hukuman).” (HR. Bukhari –menggantung (mu’allaq)- bab Puasa Anak-anak).

Selain itu , Syaikh juga menjelaskan terkait metode penyesuaian anak-anak untuk berpuasa , berikut ialah hal-hal yang dapat dilakukan diantaranya:

1. Menjelaskan keutamaan puasa kepada mereka , bahwa hal itu termasuk alasannya masuk ke dalam surga. Di surga ada pintu yang dinamakan Ar-Rayyan dimana hanya orang-orang puasa yang masuk ke dalamnya.

2. Membiasakan sebelumnya untuk berpuasa mirip puasa beberapa hati di bulan Sya’ban biar tidak kaget dengan puasa di bulan Ramadan.

3. Puasa pada sebagian siang , dan menambahi waktunya sedikit demi sedikit.

4. Mengakhirkan sahur hingga di final malam , hal itu membantu puasa mereka di siang hari.

5. Menyemangati mereka berpuasa dengan memberi hadiah yang diberikan setiap hari atau setiap minggu.

6. Menyanjung mereka di depan keluarga sewaktu berbuka , ketika sahur. Hal itu dapat menaikkan semangat spiritualnya.

7. Mendorong semangat berlomba-lomba apabila mempunyai banyak anak tanpa harus mencela yang tertinggal.

8. Melalaikan rasa lapar dengan tidur atau dengan mainan mubah yang tidak memerlukan tenaga. Sebagaimana para shahabat yang mulia melaksanakan terhadap anak-anaknya. Disana ada agenda anak-anak yang tepat. Film kartun di chanel islam yang terpercaya dapat menyibukkan mereka.

9. Diutamakan biar sang ayah mengajak anaknya –khusus setelah Ashar- ke masjid untuk ikut shalat , menghadiri pengajian , tetap di masjid untuk membaca Al-Qur’an dan zikir kepada Tuhan Ta’ala.

10. Mengkhususkan berkunjung di siang hari dan malam hari ke keluarga yang anak-anaknya berpuasa untuk memberi semangat kepada mereka terus melaksanakan puasa

11. Memberi imbalan (hadiah) kepada mereka dengan tamasya yang mubah setelah berbuka puasa atau memasakkan makanan kesukaannya dan kue-kue , buah-buahan dan jus.

Selain itu , Syaikh juga mengatakan bahwa perlu diperhatikan jikalau sekiranya anak-anak mencicipi keletihan yang sangat , jangan dipaksa untuk menyempurnakan puasanya. Hal itu biar tidak mengakibatkan alasannya dirinya benci beribadah atau menjadi alasannya berbohong atau timbulnya penyakit. Karena pada dasarnya , dia belum termasuk mukallaf (terkena beban kewajiban). Hendaknya duduk perkara ini diperhatikan , jangan terlalu keras dalam memerintahkannya berpuasa.