Karena Hawa Tercipta Untuk Adam dan Tulang Rusuk Takkan Pernah Tertukar Begini Arti Filosofi Ini !!

Dunia Dalam Berita |
Setiap insan memang sudah diciptakan untuk berpasang-pasangan.



Mungkin tak seindah cerita Romeo dan Juliet ataupun tak se’sempurna pasangan Chelsea Olivia dan Glenn Alinskie yang bertahun – tahun menjalin kekerabatan dan pada tamat nya dipersatukan dalam ikatan yang suci. Namun , cerita cinta kehidupan ini sangatlah rumit , dan tak semudah membalikan telapak tangan.
1. Siapakah Pemilik Tulang Rusuk Ini?
Kapan terakhir kali gue mengimpikan seseorang yang dapat memperlihatkan makna hidup ku , mungkin hampir dalam keseharian ini merindukan seorang kekasih. “Berharap suatu hari nanti berpapasan dengan seseorang dan mampu bertukar cerita , ahh ini kan di dunia aktual tak mungkin itu dapat terjadi mirip cerita dalam dongeng , pikir ku” . Sejenak ku merenung di sunyinya malam dan berharap tulang rusuk itu mampu hadir dari setiap doa yang kupanjatkan kepada Nya.

2. Setiap Peristiwa Mengajarkan Untuk Menjadi Pribadi Yang Lebih Baik
Aku tau , gue pernah mengkhianati seseorang. Aku tau , gue pernah melangkahkan kaki di jalan yang bukan jalan ku. Aku tau , gue pernah pernah gagal menunaikan kewajiban. Dan gue tau , gue pernah menyakiti seseorang. Namun gue berusaha untuk tidak kehilangan harapan untuk menjadi lebih baik dari pada sebelumnya. Terkadang iblis membisikan , penyesalan demi penyesalan mampu membunuh. Hingga perlahan lahan dapat menggerogoti jiwa yang telah melaksanakan sesuatu yang salah dan pada hasilnya mengantar pada tindakan penghacuran diri. Namun , sang malaikat mendorong untuk merenungkan perilaku sendiri dan terkadang menggunakan verbal orang lain untuk memberikan maksud yang baik bagi kehidupan. Bagaimana gue tahu bahwa jalan yang kutempuh ini yakni jalan yang benar? Aku tidak ragu sedikit pun. Aku percaya orang disekitar dapat menandakan siapa yang pantas untuk melengkapi tulang rusuk ini dan mata hati tak pernah salah menilai orang.
3. Aku Berusaha Untuk Membenahi Diri Terlebih Dahulu.
Kerap kali gue merasa menjalani hidup tanpa makna karena dunia ini yakni cermin dan setiap orang dapat melihat pantulan wajahnya sendiri di dalamnya. Mungkin benar yang dikatakan oleh Ibu , gue memang belum pantas mencintai seorang “nonik”. Apalah dayaku , pria yang bekerja dengan celemek dan berkawan dengan hawa panas setiap hari dibandingkan pria berdasi yang bekerja pada ruang kantor yang sejuk. Sungguh bagaikan surga dan neraka. Tetapi gue berusaha untuk membenahi biar kelak gue menjadi pria yang patut diperhitungkan oleh mu sehingga gue mampu membahagiakan mu dan menjadi imam dalam kehidupan yang nanti akan kita jalani bersama.

“Mungkin benar yang dikatakan oleh Ibu…”

4. Satu Kata Sederhana Yang Penuh Makna.
Sesungguhnya kata – kata yang paling penting dalam semua bahasa yakni kata – kata kecil. “Cinta”. Itu cukup mudah dikatakan dan mampu mengisi ruang kosong yang sangat luas. Tersembunyi di balik serangkaian niat baik ada perasaan – perasaan yang tak berani mengakuinya bahkan pada diri sendiri. Rasa ini masih sama mirip waktu pertama kali bertemu , penuh dengan debaran hati yang sulit untuk dijelaskan. Sebab cinta tak akan pernah berubah hanya insan lah yang berubah. Begitu juga detik tak kan pernah mundur dan kertas putih akan slalu tersedia dalam memulai cerita pagi yang baru.

“Sebab cinta tak akan pernah berubah…”

5. Tatkala Keajaiban Itu Terjadi…
Banyak orang yang telah pergi untuk alasan yang tak pernah mampu dipahami , tetapi engkau kembali dengan penuh keajaiban dan membawa harapan yang hampir sirna. Tatapan mata itu mengisyaratkan bahwa kau akan jatuh ke dalam pelukan ku lagi , menghidupkan semua cinta – cinta dan harapan yang lama sendiri ku pendam. Aku menunggu di lorong panjang yang penuh kehampaan ini karena slalu ada ruang di hati kecil ku. Maka esok lusa kalau kau yakni cinta sejati , kau pasti akan kembali dengan cara mengagumkan , ada saja takdir jago yang tercipta. “Karena Hawa tercipta untuk Adam dan tulang rusuk takkan pernah tertukar…” Jadilah kehendak-Mu.