Inilah Delapan Jenis Manusia yang Sangat Dibenci Allah Nomor Empat Sering Terjadi di Indonesia

Dunia Dalam Berita |
Fitrahnya insan diciptakan untuk menjadi khalifah atau pemimpin di muka bumi ini. Namun terkadang insan kurang mampu mengontrol beberapa perbuatannya , sampai ia menjadi insan yang merugi.



Bagaimana tidak , insan yang kurang mampu menjaga perbuatannya termasuk yang dibenci Allah!

Ada delapan golongan insan yang kelak tidak dilihat oleh Yang Mahakuasa sebab Yang Mahakuasa benci kepada mereka. Yang Mahakuasa pun tidak mengampuni dosanya dan mereka diancam siksa neraka yang pedih. Siapa saja mereka?
1. Orang yang tergolong miskin namun sombong
Sombong di sini bukan hanya perkara perilaku , ucapannya yang ‘besar’ , namun juga termasuk malas beribadah pada Yang Mahakuasa , atau tidak berupaya memperbagus amalan dan lebih tekun beribadah.
Sombong mirip ini tidak disukai Yang Mahakuasa , hal ini tertuang pada ayat berikut:
“Dan janganlah kau memalingkan mukamu dari insan (karena sombong) dan janganlah kau berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Yang Mahakuasa tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri (Lukman : 18).

2. Orang yang berpunya tapi pelit
Seharusnya orang yang diberi kelebihan rezeki , maka ia lebih banyak mengembangkan pada orang lain. Namun kalau ia bersikap kikir , maka hal tersebut termasuk yang dibenci Allah. Apalagi sangat takut hartanya akan berkurang kalau harus bersedekah atau mengembangkan pada yang membutuhkan.
Rasulullah mengancam orang yang semacam ini bukan bagian dari orang-orang yang beriman.
“Barang siapa yang tidak peduli dengan urusan kaum muslimin maka dia bukan bagian dari mereka“. (HR. Hakim).

3. Para Ulama yang komersial
Sebenarnya fenomena sekarang sudah terlihat ditelevisi. Banyak para ulama yang memiliki jam terbang yang sangat tinggi sampai sukar ditemui umat , sebab aktivitas yang begitu padat.
Meskipun diperbolehkan untuk dakwah dengan mengutip biaya untuk sekedar biaya operasional , kemudahan dan profesionalitas , namun bukan berlebih-lebihan dan bahkan sarana untuk memperkaya diri sendiri.
Karena ulama diperlukan menjadi garda terdepan dalam memberi contoh budpekerti baik bagi umat.
Celakalah bagi ummatku dari ulama buruk yang mengakibatkan agama ini sebagai komoditas , yang mereka jual pada para penguasa mereka di zamannya demi meraup keuntungan untuk diri mereka sendiri. Yang Mahakuasa pasti tidak akan mengakibatkan urusan ekonomi mereka memperoleh keuntungan. (HR. Hakim).
4. Wanita yang minim rasa malu
Rasa aib wanita sudah mulai luntur , meski semakin banyak yang memakai baju muslim , hanya saja banyak pula yang tidak penuhi kaidah-kaidah dalam berpakaian. Bukan hal dalam berpakaian , cara berjalan , bertutur kata dan berperilaku , wanita sekarang sudah mulai menepiskan rasa malunya.

5. Orangtua yang malas beribadah
Semakin tua , Yang Mahakuasa memberi peringatan untuk semakin mendekatkan diri padaNya. Rambut memutih , tidak bugar lagi , dihinggapi banyak sekali macam penyakit dan banyak hal lainnya , sebenarnya membuktikan semakin erat dengan kematian. Namun yang terjadi masih banyak orangtua yang menghamba pada keduniawian dan malas untuk beribadah.

6. Pemuda yang yang tak berkarya
Sangat disayangkan kalau menjumpai cowok hanya berkutat dengan kesenangan semata. Seharian berkutat dengan gadgetnya , atau interaksi dengan dunia maya , tanpa bergerak untuk belajar lebih giat , berkarya untuk lebih maju dan membanggakan atau bekerja lebih giat dan keras , inovatif dan kreatif.

7. Pemimpin negara / wilayah yang keji
Pemimpin seharusnya mengayomi rakyat , adil dan jauh dari kejam. Ia seharusnya mensejahterakan rakyat , buka berbuat semena-mena. Maka neraka dianggap sebagai kawasan yang cocok bagi pemimpin yang dzalim.
“Tempat kembali mereka ialah neraka; dan itulah seburuk-buruk kawasan tinggal orang-orang yang dzalim (Ali Imran : 151).

8. Ahli ibadah yang riya’
Hal mirip ini amat sangat harus dihindari oleh para hebat ibadah. Karena perbuatan riya mereka memang tidak disadari sepenuhnya , mirip meremehkan orang lain yang ibadahnya tidak benar , ataupun menduga bahwa ibadahnya diterima , sedang yang lain tidak , maka ia menjadi langsung yang sombong.

Delapan macam perbuatan insan tersebut memiliki kesamaan , yaitu mencari kehidupan dunia. Mereka ialah orang-orang yang menukar komitmen Yang Mahakuasa (Surga) dan menghargai sumpah mereka dengan nilai dunia yang kecil.