Durhaka Pada SuamiBenarkah Shalat Istri Tak Diterima? Simak Penjelasannya

Dunia Dalam Berita |
Dari Abu Umamah radhiallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda ,



“Ada tiga golongan yang shalat mereka tidak melewati telinga-telinga mereka , yaitu budak yang melarikan diri dari tuannya hingga ia kembali kepada tuannya , istri yang melewati malam hari sementara suaminya marah kepadanya , dan seseorang yang mengimami suatu kaum sementara mereka tidak suka kepadanya.” (HR. At-Tirmidzi no. 360 dan dihasankan Al-Albani rahimahullah dalam Shahih Sunan At-Tirmidzi , Al-Misykat no. 1122 , Shahihul Jami’ no. 3057)
Keterangan :

Makna: “Tidak melewati telinga-telinga mereka” yakni shalat mereka tidak diterima dengan penerimaan yang tepat , atau tidak diangkat kepada Tuhan sebagaimana diangkatnya amal shalih. As-Suyuthi berkata dalam kitab Qutun Al-Mughtadzi , “Maksudnya shalat mereka tidak diangkat ke langit , sebagaimana disebutkan dalam hadis Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhu yang diriwayatkan Ibnu Majah , “Kami tidak mengangkat shalat mereka ke atas kepala mereka walau satu jengkal.”

Ini merupakan ungkapan yang menyampaikan tidak diterimanya shalat mereka.
(Keterangan Al-Mubarokfuri dalam Tuhfatul Ahwadzi , 2:290 – 291)
Makna: “Orang yang mengimami suatu kaum dalam keadaan mereka tidak suka kepadanya” maksudnya yakni ketidak-sukaan alasannya yakni alasan agama , misalnya imamnya yakni orang yang fasik , atau sebenarnya tidak layak jadi imam. Imam Al-Munawi mengatakan , “Imam ini shalatnya batal alasannya yakni dia tercela secara syariat , misalnya alasannya yakni kefasikan atau bid’ah , atau terlalu menggampangkan duduk perkara najis , atau meninggalkan salah satu rukun dan wajib shalat…” (Faidhul Qadir , 3:324).

Akan tetapi kalau ada imam yang baik , agamanya indah , menjalankan sunah , namun ada sebagian orang yang tidak menyukainya alasannya yakni alasan yang tidak dibenarkan , misalnya alasannya yakni perbedaan pendapat , maka ketidak-sukaan ini tidak mengakibatkan batalnya shalat imam. Sebagaimana keterangan Ibnu Qudamah , “Jika imam agamanya indah , mengikuti sunah , kemudian ada jamaah yang tidak suka alasannya yakni prinsip agamanya itu maka dia tidak dimakruhkan untuk menjadi imam.” (Al-Mughni , 2:32). Allahu A’lam.