Bagi Kalian Yang Belum Tahu! Inilah Hukum Memakai Obat Penumbuh Jenggot

Dunia Dalam Berita |
Suatu hal yang sudah termasuk dalam fitrah penciptaan memang ada hikmahnya. Seperti laki-laki yang wajahnya ditumbuhi dengan jenggot dan itupun tertuang dalam hadits.



Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda ,

عَشْرٌ مِنْ الْفِطْرَةِ قَصُّ الشَّارِبِ وَإِعْفَاءُ اللِّحْيَةِ وَالسِّوَاكُ وَاسْتِنْشَاقُ الْمَاءِ وَقَصُّ الْأَظْفَارِ
“Sepuluh perkara yang termasuk fitrah: Memotong kumis , memelihara jenggot , bersiwak , memasukkan air ke dalam hidung , memotong kuku.”
Sebagaimana laki-laki memang fitrahnya suka dengan wanita cantik. Jika tidak suka dengan wanita indah tentu laki-laki itu keluar dari fitrah. Demikian juga jenggot pada asalnya ialah fitrah bagi laki-laki. Tuhan yang membuat syariat ini lebih tahu mana yang benar-benar baik untuk hamba-Nya.

Dikisahkan bahwa pemimpin kaum Ansar yaitu Qais bin Sa’ad tidak mempunyai jenggot , kaumnya sangat meninginkan beliau punya jenggot semoga beliau terlihat lebih jantan , sampai-sampai mereka ingin membelikan jenggot untuk pimpinan mereka. Kaumnya berkata ,

نعم السيد قيس لبطولته وشهامته ولكن لا لحية له فو الله لو كانت اللحى تشترى بالدراهم لاشترينا له لحية!!
“Memang Sayyid Kami Qais terkenal dengan kepahlawanan dan kedermawanannya , akan tetapi ia tidak memiliki jenggot. Demi Tuhan , seandainya jenggot itu mampu dibeli dengan dirham , maka kami akan belikan ia jenggot.”

Terkenal juga perkataan di kalangan awam ,
زينة الرجل في لحيته، وزينة المرأة في شعرها
“Perhiasan seorang laki-laki pada jenggotnya , sedangkan komplemen wanita pada rambutnya.”

Hukum Memakai Penumbuh Jenggot
Jika seseorang tidak mempunyai jenggot yang tumbuh , meskipun jenggot ialah fitrah laki-laki akan tetapi memakai obat penumbuh jenggot tidak disyariatkan alasannya termasuk takalluf yaitu membebani diri terhadap sesuatu yang bukan menjadi peran dan kewajibannya.

Ibnh Nujaim menjelaskan ,

ﻭﻻ ﻳﻔﻌﻞ ﻟﺘﻄﻮﻳﻞ ﺍﻟﻠﺤﻴﺔ ﺇﺫﺍ ﻛﺎﻧﺖ ﺑﻘﺪﺭ ﺍﻟﻤﺴﻨﻮﻥ ﻭﻫﻮ ﺍﻟﻘﺒﻀﺔ

ﻛﺬﺍ ﻓﻲ ﺍﻟﻬﺪﺍﻳﺔ

“Tidak boleh dipakai minyak (obat) penumbuh jenggot jikalau sudah seukuran yang dianjurkan yaitu segenggam.”

Demikian juga pedoman Al-Lajnah Ad-Daimah ,

ﺃﻣﺎ ﺃﺧﺬﻩ ﻟﺘﻄﻮﻳﻠﻬﺎ ﻓﺈﻧﻪ ﻏﻴﺮ ﻣﺸﺮﻭﻉ؛ ﻷﻧﻪ ﻣﻦ ﺍﻟﺘﻜﻠﻒ
“Adapun memakai minyak/obat penumbuh jenggot maka tidak disyariatkan alasannya termasuk takalluf.“

Adapaun menggunakan minyak/obat penumbuh jenggot untuk pengobatan , maka hukumnya boleh. Misalnya untuk mencegah jenggot rontok dan mudah jatuh atau untuk menumbuhkan bagian kawasan lain dari jenggot yang tidak tumbuh lagi sehingga jenggot terlihat tidak seimbang/rata , yaitu tumbuh di bagian kiri sedangkan di bagian kanan tidak terlalu tumbuh atau bahkan tidak ada.

Keadaan ini membuatnya menjadi jelek atau asing , maka boleh hukumnya memakai obat penumbuh jenggot untuk tujuan pengobatan mirip ini.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin menjelaskan ,

ﺃﻣﺎ ﺇﺫﺍ ﻛﺎﻥ ﻋﻴﺒﺎ ﺑﺤﻴﺚ ﻧﻌﻠﻢ ﻭﻧﻴﺄﺱ ﺃﻧﻪ ﻟﻦ ﻳﻨﺒﺖ ﺑﻨﻔﺴﻪ . ﻓﻼ ﺣﺮﺝ ﺃﻥ ﻳﻌﺎﻟﺞ ﺫﺍﻟﻚ ﺣﺘﻰ ﻳﺨﺮﺝ ﺍﻟﺒﺎﻗﻲ . ﻻﺳﻴﻤﺎ ﺇﻥ ﻛﺎﻧﺖ ﻣﺸﻮﻫﻪ . .. ﺃﻣﺎ ﺇﺫﺍ ﻛﺎﻧﺖ ﻏﻴﺮ ﻣﺸﻮﻩ ﻓﺎﻷﻓﻀﻞ ﺃﻥ ﻻ ﻳﻌﺎﻟﺠﻬﺎ ﺑﺸﻲ ﻟﺘﻨﺒﺖ ﻧﺒﺎﺗﺎ ﻃﺒﻴﻌﻴﺎ
“Adapun jikalau keadaan jenggot tidak normal/cacat , dimana kita tahu dan yakin bahwa jenggot itu tidak akan tumbuh (sebagiannya) , maka tidak mengapa berobat menggunakan obat penumbuh hingga sebagain jenggot (yang tidak tumbuh) menjadi tumbuh. Terlebih jikalau terlihat cacat. Adapaun jikalau tidak terlihat cacat , yang lebih baik ialah tidak perlu memakai obat penumbuh hingga ia tumbuh secara alami.”