Bagaimana Hukumnya Wanita Memakai Anting? Simak Selengkapnya

Dunia Dalam Berita |
Namanya juga wanita , pasti akan memperhatikan kecantikannya.



Nah , setelah hijab lepas , ingin juga dong terlihat indah di depan suami. Salah satunya ialah dengan memakai anting-anting.
Menindik indera pendengaran hukumnya boleh , alasannya ialah tujuannya untuk berhias. Telah diriwayatkan bahwa istri-istri teman mempunyai anting-anting yang mereka pergunakan di indera pendengaran mereka. Menusuknya ialah menyakiti , tetapi hanya sedikit , jikalau ditindik saat masih kecil , sembuhnyapun cepat. Sedang menindik hidung , hukumnya sama dengan menindik telinga. (Fatawa wa Rosail Syaikh Ibn ‘Utsaimin , 4/137; Fatawa Lajnah Ad-Daiman , 5/121).

Syaikh Abdullah Al-Fauzan berkata: “Diperbolehkan menindik indera pendengaran alasannya ialah bertujuan untuk memenuhi kebutuhan fithrah wanita untuk berhias. Adanya rasa sakit saat ditindik tidaklah merupakan halangan , alasannya ialah hanya merupakan sakit sedikit dan sebentar. Dan menindik indera pendengaran seringkali hanya dilakukan saat anak masih kecil.”
Menindik indera pendengaran merupakan perkara biasa bagi wanita dari dulu sampai sekarang. Tidak ada larangan tentangnya , baik di dalam Al-Qur’an maupun As-Sunnah , justru ada riwayat yang mengisyaratkan diperbolehkannya dan pengukuhan insan atasnya. Terdapat riwayat dari Abdurrahman bin Abbas , ia berkata bahwa Ibn Abbas radhiallahu ‘anhuma ditanya:’Pernahkah kau menyaksikan hari raya bersama Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam?’ , dia menjawab: ‘Pernah , kalaulah bukan alasannya ialah kedudukanku di sisinya , saya menyaksikannya sejak kecil. Beliau mendatangi tenda di rumah Katsir bin Shalt (Rumah Katsir bin Shalt dipergunakan sebagai kiblat untuk sholat Ied). Lalu beliau sholat kemudian berkhutbah tanpa terdengar azan maupun iqomah. Beliau memerintahkan untuk bersedekah , maka para wanita mengulurkan tangannya ke telinga-telinga mereka dan leher-leher mereka (untuk membuka tambahan mereka) dan beliau memerintahkan kepada Bilal untuk mendatangi kawasan wanita , setelah final Bilal kembali menghadap Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam.

Dalam lafazh riwayat Imam Bukhori dari Ibn Abbas disebutkan , Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk bersedekah , maka saya melihat para wanita mengulurkan tangan ke indera pendengaran dan leher mereka untuk mengambil tambahan mereka. (Zinatul Mar’ah; Syaikh Abdullah Al-Fauzan , hal: 54).